Angsa makhluk yang Sempurna Indah

shares




 Ketika kita melihat dunia di sekeliling kita, siapapun yang memiliki mata dan tidak menutup hati, dapat melihat keindahan ciptaan Tuhan. Jika tidak ada Tuhan pencipta, mengapa bahkan ada konsep “indah”? Bagaimana mendefinisikan indah? Kalau kita semua berasal dari atom-atom mati, mengapa ada yang indah dan ada yang tidak? Mengapa ada yang benar dan ada yang salah? Mari kita perhatikan salah satu ciptaan Allah yang indah, yaitu angsa.

Angsa, binatang bangsa burung yang hidup di air dan berhubungan dekat dengan bebek, adalah salah satu burung yang paling besar dan paling agung. Angsa bisu dan angsa terompet dapat tumbuh hingga 15 kg, dengan rentang sayap hampir 3 meter. Angsa jantan dewasa disebut “cob,” yang betinanya disebut “pen.” Bayi angsa disebut “signet” atau “cygnet,” dan sekelompok cygnet disebut satu “clutch.” Sekelompok angsa disebut suatu “bevy” atau “lamentation,” dan jika sedang terbang, kelompok ini disebut suatu “wedge.” 

Kebanyakan spesies angsa melakukan migrasi. Angsa memiliki pasangan untuk seumur hidup atau minimal untuk banyak tahun, dan membangun di atas sarang yang sama setiap musimnya. Selama ritual perkawinan, angsa jantan dan betina saling menyentuhkan paruh dan dada mereka, membuat bentuk hati. Sarang mereka sekitar 1 meter lebarnya dan dibangun di atas tanah dekat air. Yang jantan membantu membangun sarang dan juga mengerami telur. Bayi angsa menetas dalam waktu sebulan lebih sedikit dan sudah bisa berenang bersama induknya dalam beberapa hari pertama. angsa berwarna abu-abu waktu lahir, dan menjadi putih dalam waktu satu tahun. Baik angsa jantan maupun betina yang bersama dengan bayi-bayi mereka akan menjadi musuh yang keras terhadap ancaman apapun, dan mereka dapat menimbulkan luka yang serius dengan sayap mereka yang kuat. Kebanyakan dari enam sampai tujuh spesies angsa berwarna putih, tetapi angsa hitam Australia berwarna hitam dengan putih pada sayapnya, dan juga paruh yang merah. Sedangkan angsa Amerika Selatan berwarna putih tetapi dengan leher dan kepala hitam. Pada abad ke-12, Kerajaan Inggris mengklaim memiliki semua angsa bisu yang tidak bertanda di Sungai Thames, karena pasangan pertama diberikan kepada Richard si Hati Singa karena sumbangsihnya dalam Perang Salib. Angsa bisu menjadi atraksi turis di Danau Morton di Lakeland, Florida. Mereka bukan berasal dari sana, tetapi dibawa orang sebagai binatang peliharaan ke sana pada tahun 1920an, tetapi populasi kecil itu mati semua pada tahun 1954. Meresponi permintaan pertolongan, Ratu Elizabeth II menyumbangkan dua angsa kerajaan, dan burung-burung tersebut bertambah banyak dari pasangan yang satu itu.
sumber gambar : dailymail
artikel : graphe-ministry.org

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar