4 Mitos Bayi yang tidak perlu di Percayai

shares


hal tentang bayi



Setelah sebelumnya saya memuat Artikel yang berjudul 10 Rahasia membuat Bayi Tidur nyenyak Sepanjang Malam  yang mencetak Hits tertinggi dari segi jumlah viewers yang mencapai 11.000 lebih dan terus bertambah setiap harinya ,di Artikel kali ini pun saya masih akan memberikan pengetahuan mengenai Bayi .

Di banyak kebudayaan dan di tiap negara akan ada selalu yang namanya Mitos apalagi Mitos yang menyangkut Bayi dan yang mengherankannya ada banyak orang mempercayainya ,yang namanya Mitos tidak seharusnya di percayai karena teknologi kedokteran sudah maju dan semua hal bisa di uji  dan di bawah ini ada beberapa Mitos yang mungkin perlu anda - anda ketahui :


keterangan gambar



Myth #1  :  bayi harus di mandikan Setiap hari 

Banyak Orangtua Percaya  bahwa bayi harus di mandikan setiap hari tapi pada kenyataannya bayi tidak perlu dimandikan setiap Hari ,mengapa ?
Sebab kulit bayi yang sering di mandikan akan mengurangi kelembabannya dan membuat kulitnya cepat kering  mengalami iritasi , terlebih lagi bila bayi anda perempuan apabila sering di mandikan akan membuat saluran kemihnya lebih mudah mengalami infeksi

jadi selama kondisi kulit bayi bersih dan kondisi popok baik maka anda tidak  perlu memandikannya tidak sesering mungkin ,bisa hanya 3 sampai 4 kali seminggu





My_news
Myth #2 : bayi tidak perlu di didik 

well ,pada kenyataannya pendidikan itu di mulai ketika seseorang baru saja lahir ke dunia ,bayi anda belajar dengan cepat dan tak pernah anda duga dan dia mulai mengamati segala hal yang anda lakukan walau saat itu bayi anda belum bisa apa apa tapi dalam hal menyerap pengetahuan seorang bayi mampu melakukannya lebih cepat dari orang dewasa ,jadi mulailah mendidiknya selagi masih bayi dan itu berguna untuk masa masa sekolahnya nanti  




Myth #3: bayi ga perlu di ajak bicara

mungkin kebanyakan orang tua merasa tidak perlu mengajak bayi mereka ngobrol ,karena mereka pikir bayi saya kan belum bisa bicara masak saya ajak ngobrol ?
itu adalah pendapat yang salah  ,tidak berarti bayi yang belum bisa bicara maka lantas tidak bisa di ajak berkomunikasi  ,seorang bayi memiliki keterikatan yang kuat dengan orangtua mereka dan sudah seharusnya tiap orangtua melakukan komunikasi terhadap bayi mereka .

luangkan waktu anda untuk mendengarkan "kata kata" bayi anda walau itu hanya sebuah bentuk ekspresi karena memang bayi belum bisa bicara tapi mereka punya bahasa tersendiri ,setiap mereka tertawa ,tersenyum atau menangis sekalipun itu adalah bentuk komunikasi bayi yang perlu anda beri perhatian

perhatikan ketika dia di berikan botol susu atau mainan bagaimana responnya dan tanggapi itu sebagai bentuk komunikasi ,hal ini sangat penting untuk mendorong bayi berkomunikasi hingga satu saat mereka mampu berbicara dengan kata kata



keterangan gambar

Myth #4 :  Tumbuh Gigi penyebab Demam 

ini adalah salah satu mitos yang sudah umum di percaya banyak orang dan sudah semestinya mitos ini di bongkar karena sangat sangat salah karena bisa berakibat fatal bayi sang bayi  .banyak orangtua mempercayai hal ini dan kemudian mengabaikan demam sang bayi sebagai efek bahwa ini karena giginya mau tumbuh dan menganggap ini adalah sebuah fase yang normal yang harus di lalui bayi .

pada kenyataanya dalam penelitian para ahli tidak ada hubungan langsung  antara tumbuh gigi dengan demam, dan demam pada bayi  dalam keadaaan apapun sudah seharusnya tidak boleh di abaikan dan perlu segera ke dokter untuk mengetahui apa penyebab demam tersebut dan sekali lagi tidak ada hubungannya antara demam dan tumbuh gigi


saya kira 4  mitos tersebut sudah bisa membuka mata bahwa kesehatan bayi itu adalah yang utama dan jadilah orangtua yang bijak dan bertanggungjawab akan segala informasi dan mampu menyaringnya apakah itu sekedar mitos atau fakta  ,karena jaman sekarang sudah ada internet dan kecanggihan smartphone  dan informasi sangat mudah di cari dan anda juga bisa memverifikasi semua informasi yang ada apakah benar atau salah

terimakasih sudah berkunjung 


sumber :o5.com






Related Posts

0 comments:

Posting Komentar