Ketika Cinta tak lagi melihat Fisik !!!

shares



Ketika tengah melakukan petualangan mencari asmara, pasti Anda memiliki standar dan kriteria tertentu. Bagi yang perempuan, mungkin ingin mencari pasangan yang menarik, lebih tinggi, dan berperut rata. Sementara untuk pria, bisa saja mereka mencari yang cantik serta memiliki tubuh langsing.


Suddenly, when it comes to love, everything seems messed up. Tidak ada lagi yang namanya memikirkan penampilan ketika cinta telah tumbuh mendalam di antara dua hati insan manusia. Tubuh tinggi atau langsing? Tak penting lagi karena kini sudah bersinggungan dengan masalah hati.

Berdasarkan The Times of India, penampilan fisik hanyalah satu dari enam faktor lain yang bisa memengaruhi timbulnya cinta di dalam hati seorang perempuan. Selain fisik, cinta mampu tumbuh dari indahnya senyuman, selera humor, rasa percaya diri, dan mengalirnya percakapan.

Namun tidak dimungkiri, bentuk fisik memang mampu memengaruhi kesan pertama. "Bagi perempuan, berlebihan atau terlalu kurang-tinggi atau berat-langsung diklasifikasikan tidak menarik. Perempuan akan langsung menutup ‘pintu’ sebelum sisi lain si pria terungkap," ungkap Dr Gordon Patzer.

Pengarang buku Looks: Why They Matter More Than You Ever Imagined ini menyebutkan munculnya kriteria-kriteria tersebut juga dipengaruhi oleh tinggi atau berat si perempuan—kriteria timbul berdasarkan anggapan yang cocok untuk figur dirinya, bukan asumsi pria menarik pada umumnya.

Timbulnya standar dalam mencari pasangan ini juga berlaku pada pria. Walaupun demikian, karakter dan pembawaan diri seseoranglah yang menjadi kunci akhir berkembangnya cinta di antara dua insan. In the end, if you know how to love, size doesn’t matter.

Mau tahu selebritas-selebritas Hollywood yang cintanya tidak terpengaruh berdasarkan tampilan fisik? Berikut adalah beberapa di antaranya.
Jamie Cullum Sophie Dahl and Jamie Cullum stroll hand in hand in Paris.
Cullum & Dahl


 
Cullum & Dahl
Tinggi Jamie Cullum hanya 168 sentimeter. Di 2010, pelantun High and Dry ini menikahi seorang kritikus kuliner dan mantan model Sophie Dahl, yang memiliki tinggi 183 sentimeter. Namun mereka tidak peduli dengan perbedaan tinggi mereka. Bahkan kabarnya Dahl marah jika disinggung mengenai hal ini.

"Sophie adalah perempuan periang, asyik saat diajak berbicara, tapi dia sudah jenuh sekali mendapat pertanyaan itu," ungkap kerabat dekat Dahl, dilansir Daily Mail. "Anda tidak boleh menyinggung tingginya dia dan kemudian membandingkan dengan tingginya Jamie. Hati-hati kalau berbicara dengan Sophie."

Menurut Dahl, cinta tidaklah memiliki batasan. Perbedaan fisik bukanlah faktor utama dalam mecari keabadian cinta, melainkan kepribadian sang idamanlah yang menjadi kuncinya. Yang pasti, Jamie mampu membuat hidup Sophie bahagia dan merasa hidupnya terasa lebih aman.


Dinklage & Schmidt


 
Dinklage & Schmidt
Peter Hayden Dinklage adalah salah satu aktor Hollywood langka: walaupun tinggi tubuhnya hanya 134 sentimeter, namanya tetap dikenal luas oleh para pelaku dan pecinta film. Walau begitu, bintang serial populer Game of Thrones tak menutup kemungkinan dirinya akan mendapatkan perempuan ideal.

Di 2005, Dinklage menikahi seorang sutradara teater, Erica Schmidt, yang memiliki tinggi 168 sentimeter. Dinklage mengakui bahwa hal ini tak lepas dari melambungnya rasa percaya diri yang ia miliki setelah ikhlas menerima siapa dirinya sejak masa muda.
Cohen & Fisher


 
Cohen & Fisher
Sacha Baron Cohen pertama kali bertemu dengan Isla Fisher pada 2002. Dua tahun kemudian mereka bertunangan dan menikah pada Maret 2010 di Paris. Pasangan ini memiliki perbedaan tinggi yang cukup distingtif: tinggi Cohen 191 sentimeter, sementara Fisher hanya 160 sentimeter.

"Sekarang sudah lebih terbiasa," ungkap Fisher kepada Daily Mail. "Awalnya mengesalkan kalau kita pergi ke bar—orang-orang pasti akan langsung mengejek saya. Saat ini kita meminimalisasi berfoto bersama, mungkin karena Sacha tinggi sekali, sementara saya begitu pendek. Saya seperti orang sirkus saja."
Shepard & Bell

 
Shepard & Bell
Tahun 2007, Dax Shepard dan Kristen Bell mulai menjalin kasih. Walaupun terdapat perbedaan ketinggian—Shepard memiliki tinggi 188 sentimeter dan Bell 155 sentimeter-tidak meruntuhkan timbulnya benih-benih asmara di antara keduanya.

Jelas sekali pasangan ini mengutamakan kekuatan cinta, tanpa mementingkan penampilan fisik semata. Di 2010 mereka memutuskan bertunangan, dan Maret kemarin, Bell melahirkan anak mereka yang pertama. 

Klitschko & Panettiere
Klitschko & Panettiere
We can say Hayden Panettiere loves a big size man! Tinggi badan bintang serial Heroes ini hanya 158 sentimeter. Sementara kekasihnya, Wladimir Klitschko, jauh lebih tinggi, yakni 198 sentimeter. Perbedaan 40 sentimeter di antaranya terlihat begitu menggemaskan sekali.

Tak hanya di situ saja perbedaan di antara mereka. Petinju asal Rusia tersebut juga berusia 14 tahun lebih tua dibanding Panettiere. Walau begitu, belakangan beredar kabar kalau pasangan ini sudah bertunangan.



Studdard & McCants
Ruben Studdard is a big man! Tidak hanya bertubuh tinggi, tapi badannya juga terbilang gemuk. Namun di 2006, ketika tengah melakukan jumpa penggemar di Atlanta, seorang perempuan bernama Surata Zuri McCants jatuh hati kepadanya, tanpa memandang tampilan fisik Studdard.

Di 2008, pemenang ajang American Idol kedua ini menikah dengan McCants, yang memiliki proporsi tubuh sempurna dan seksi. Sayangnya binaan rumah tangga mereka tak berlangsung lama. Pada 2011, Studdard mengajukan cerai, dan prosesnya mencapai final di April 2012.
___________________________________________________________________________________

Dra. Sri Fatmawati Mashoedi, MS.i

Setiap Orang Punya Ideal Pasangan Hidup

Salah satu momen terpenting dalam hidup adalah saat mulai menentukan pasangan secara serius. Seperti yang bisa Anda bayangkan, it’s not easy.

Setiap orang punya pemikiran dan penilaiannya tersendiri terhadap calon pasangan yang nantinya akan mendampingi mereka seumur hidup. Namun, terkadang, apa yang diinginkan dan diharapkan itu bertolak belakang dengan kenyataan.

"Ada orang yang sangat berpegang pada material, atau melihat sesuatu dengan kasat mata. Mereka akan me-mindset dirinya-dan anaknya-untuk melihat segala sesuatu itu dari segi materi atau kekayaan dan jabatan yang dimiliki orang lain," ujar Dra Sri Fatmawati Mashoedi, MS.i. "Namun ada juga orangtua yang berpikir lebih wise: melihat dan mengajarkan anaknya untuk memilih orang yang bertanggungjawab dan berkepribadian baik penuh kasih, tanpa melihat materi dan bentuk fisik."

Lantas, mengapa terkadang banyak orang yang pada akhirnya keluar dari jalur prinsip hidup mereka? Dra Sri menjawab,"Saat kita memilih pasangan, ada dua hal yang dipertimbangkan: fisik dan non fisik. Yang fisik ini melibatkan wajah, tinggi badan, bentuk badan [atau berat badan], penampilan, materi [uang], pekerjaan, status sosial, status pendidikan, dan suku bangsa." Apabila ada orang yang menilai orang lain dari segi materiil, maka jelas yang terpenting bagi dia adalah orang tersebut bisa membahagiakan dirinya dari sisi lain seperti kepuasan materi atau status sosial.

"Maka mereka tidak akan terlalu peduli dengan fisik pasangan," lanjut Dra Sri. "Dan ada juga yang hanya membutuhkan seseorang yang hangat dan penyayang-jelas mereka tak peduli jika tampilan pasangan tampan/cantik atau memiliki materi yang berlimpah."

Setiap orang pasti punya standar untuk hal kriteria pasangan. Namun, pada kenyataannya, manusia diciptakan dalam bentuk yang beragam, dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Dra Sri kembali menekankan,"Hidup itu adalah belajar mensinkronkan hati dan otak (pikiran), di mana kita harus melihat realita kehidupan yang bervariasi dan beragam. Tak semua yang kita inginkan harus selalu didapatkan, namun bukan berarti Anda menjalani hidup tanpa idealisme atau pandangan sendiri untuk masalah pasangan."


sumber : koran-jakarta.com

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar